Kamis, 14 Januari 2016

MENJERANG BUKU ATASKEPALA


setelah 3 tahunan, ia baru baca komik fotokopian ini

penggemar buku di rumah 

Saya tau, kami membesarkan mahluk 'RebelRebel'.
ia dibesarkan dalam larangan sangat minim.Kebebasan memilih sangat besar (Kecuali untuk halhal yang potensial-destruktif). Maka, sulit menaklukkannya untuk meng'iya'.
Saya memilih membesarkannya dalam cara ia tumbuh dalam 'kerelaan/kesadaran' meski lambat mensiput. Maka ia tetap main games seperti anak seusia, tapi buku akhirnya membuah hasil menjadi kegemarannya juga. Dalam derasnya gamesdangawai, hal ini sesuatu yang 'vintage'.
Seperti kami gemar menggambar diskets buku, saat menunggu pramusaji mengantar panganan cepatsaji, dikala akhir pekan sejuk. Lalu saling bersitatap, dan menghaturkan kehangatan terima kasih...
Mungkin kelak ia melewati tahap 'textbook'. Tapi gagasan dari penulis dibuku/orang hebat, bisa menjadi komet-komet yang bertabrakan di kepalanya nanti, yang melahirkan bintang dan keindahan baru.


'Menjerang Buku AtasKepala'. 15jan.
Lukis cepat/tanpa ide diatas 'PlasticHolder/Art-Keeper' sekolah anak.

Senin, 11 Januari 2016

R.I.P BOWIE

'You are a singing Whale, Sir'. 1999. 
Bowie with his painting. titled: Iggy Pop.1976. 

...beberapa hari sakit kemarin, mendengarkan album baru Bowie berulang-ulang.
Di situs pitchfork, album 'blackstar'nya dinobatkan salahsatu best album.
Juga salahsatu tracknya, terbaik. Lalu sontakmendadak, 10 januari ia mangkat dari singasana para legendamusik.Dua hari setelah ultahnya, pada 69 tahun.
Tahun lalu sebelum rilis, curicuri bocoran sound 'blackstar' dan ngasi tau ke kenalan musisi industrial yang lebih khatam dari saya. Agak kaget sebagai orang awam, musiknya kembali futuris, jazzy, kelam tapi lebih spiritual (atau mungkin demonik).  Setelah sekian waktu 'mencoba keras' menikmati album-albumnya yang seenakudel ragam, sejak terpincut smp tahun 1983, saya membuncah lagi.Jleblah.

Harus diakui. Ia salahsatu idola saya ketika masuk pubertas. Sd malah saya dengernya hanya Elvis, pengaruh Bunda almarhum.
Saat itu saya punya genk smp, yang sama-sama suka musik 'new wave' dan yang anehaneh. Lalu, smp itu, lagu pertamanya yang asoi terdengar, bersama Queen: 'Underpressure' tahun 1981 yang dibeli dipasarbaru. Abis suntuk belajar, mompa spirit lagi.
Lagu 'Let's Dance' dan 'Blue Jean' sudah pasti membuat siapapun pengen dance, itu tahun 1983 dan '84.

Masuk sma, 'Absolute Beginner' adalah lagu fave saya, circa 1986. Jelang ujian dan siap lulus sekolah.  saya suka sekali lagu itu, hingga sekarang amsih kerasa kekinian. Lagu-lagu sebelum 80an (tahun 70an dirilis) seperti Starman, Ziggy Stardust,Life on Mars, Changes, RebelRebel,Heroes malah telat saya dengerin saat jaman sudah marak dengan digital keping. 'Space Oddity' menjadi fave saya juga, tapi dalam rentang waktu yang sangat lama baru bisa ternikmati, malah sudah kerja diradio, 90an.  Padahal lagu itu dicipta 1969, setahun setelah saya lahir.

Mengenang SMA itu. lagi getolnya baca buku reliji,filsafat,politik sampe komik. Dan diminta jadi  pengajar paskil (pesantren kilat)  di sekolah, sama kawans guerilla fundamentalista era anti represi asas tunggal& era perlawanan terhadap pelarangan berjilbab disekolah (yang 80an itu marak). Kitabsuci sudah kucel dibolakbalik intens mencari nash-nash dalam setiap kajian bareng.
Eh, pulang ke rumah malah ngelukis, dengernya opa Bowie.
Buat temen-temen saya kala itu, baik lukis/musik,  terhitung mudharat atau minimal 'laghwi'. Paling keras, dikafirin.
Tapi sebagai insan merdeka, saya punya tafsiran lain.

Sesungguhnya, dengan digodok hal Fundamental lalu denger musik Liberal kayak opa Bowie waktu itu, resonansi masamuda saya menjadi YinYang. Tidak bisa mengerti yang bernama 'toleran' kalo penjelajahan 'respect' nggak dimulai waktu itu. Ya, dengan mangkatnya Bowie ini saja, kaum reliji bisa berkaca, gimana dalam hidupnya dan matinya seseorang -dalam rentang waktu sezaman kita hidup- begitu dihormati fansnya tanpa rekayasa dijaman serba rekayasa. Merebut hati banyak orang dan jadi inspirasi.Tanpa memaksa. Tanpa agenda.

 Diakhir hidupnya, David Robert Jones -nama aslinya- bikin saya jadi garukgeleng kepala. Ia bisa nutup dengan manis, dengan 'blackstar'nya sebagai kado pemungkas buat penggemar. Dengan konten lirik yang seperti menjemput kematian dalam keagungan.
Hidup dan matinya, seperti KerjaSeni yang 'khaffah'. Selebihnya urusan Paduka.



Selasa, 05 Januari 2016

PENJAHAT LINGKUNGAN




Lukisan judul: 'Penjahat Kelamin Lingkungan'. 
Acrylic di atas kayu vintage 70-an bekas atap.
(diselesaikan 5 januari 2015. Untuk hakim-hakim seperti bromocorah.dan korporasi zombi. dalam permufakatan jahat tiada dua didunia dan tanpa tanding).



...Awan mendung di kebayoran saya lihat. Seperti pengkhabaran mendungnya awalan harapan pelestarian lingkungan nkri di warsapenghujung. Siang ini, putusan hakim PN Palembang -dengan ketua Parlas Nababan- "menolak gugatan" KLHK terhadap perusahaan PT Bumi Mekar Hijau yg tlh membakar hutan 20 ribu hektar dan merugikan negara 7.9 triliun, atas peristiwa belum silam yang menyesakkan paruparu warga dan rongga akalsehat kita.

Wilayah konsesi PT Bumi Mekar Hijau datanya merupakan wilayah dgn titik api terbanyak di Sumsel. Kejahatan korporasi ini sudah sepantasnya dihukum berat. Tapi hukum seperti tajam kebawah, apalagi soalan lahan dan hutan.
Beberapa hari lalu istri sumringah memperlihatkan koran:"ini nkri bikin selsurya, spektah?".
Saya pesimismasamkecut dan sekali ini membuang muka padanya dan kurangajar ngeloyor. Ampuni yang muliaku, bukan maksut.pengadilan busuk ini mungkin jawabnya.
Awan mendung msh menggayut.dikota kelahiran.
-Tulisan dibuat pada 30des2015.



Jumat, 01 Januari 2016

ASMARADANA







(lukisan di tutup kaleng cat ini saya buat malam tahun baru. Spontan disorehari selesai pukul 23.50. Lalu melihat petasan dan kembang api bersama permaisuri&pangeran rembulan yang menjadi inspirasi. Tapi  puisi 'masterpiece' mas gm inilah -saya pinjam- sebagai inspirasi pengikatrekat lelatu cinta hamba, seperti halnya romansa Damarwulan dan Anjasmara, yang melesat ke langit mengubati sayatanlukaluka kemanusiaan 2015)


ASMARADANA
puisi: mas goenawan mohammad

Ia dengar kepak sayap kelelawar dan guyur sisa hujan dari daun, karena angin pada kemuning. Ia dengar resah kuda serta langkah pedati ketika langit bersih kembali menampakkan bimasakti, yang

jauh. Tapi di antara mereka berdua, tidak ada yang berkata-kata.

Lalu ia ucapkan perpisahan itu, kematian itu. Ia melihat peta, nasib,
perjalanan dan sebuah peperangan yang tak semuanya disebutkan.

Lalu ia tahu perempuan itu tak akan menangis. Sebab bila esok pagi pada rumput halaman ada tapak yang menjauh ke utara, ia tak akan
mencatat yang telah lewat dan yang akan tiba, karena ia tak berani
lagi.

Anjasmara, adikku, tinggalah, seperti dulu.
Bulan pun lamban dalam angin, abai dalam waktu.
Lewat remang dan kunang-kunang, kaulupakan wajahku,
kulupakan wajahmu.

Senin, 21 Desember 2015

THE SCAVENGER

'The Scavenger'. pen on moleskine.






Dalam demam dunia pada tayang visual bergerak 'Perang Gemintang ketujuh'.
Mematrikan kenangan ketika terjerembab sebagai 'Lost Boy' mengoleksi spaceship dan droid
dan diperkosa ideologi paman Lucas. Sehingga saya mengais-ngais diselokan puring, jatinegara,kebayoran lama,jembatan item, merayu teman sesama sebagai scavenger mainan. Toko-toko kapitalis parlente, adalah harakiri terakhir.Nyaris tidak hampiribeli.
Ya kisanak, karakter 'pemulung dan penyelundup' yang tersuka oleh hamba. Jawa, gerombolan Jabba hutt, atau apapun mahluk-mahluk jelek bawahtanahnya yang tak peduli dengan ide-ide pemberontakan  atau tiran kaum sith ataupun Force. (mereka bak Anarchist Outerspace).
Pada Perang Bintang kali ini, dipertontonkan kedigjayaan 'pemulung' yang berbakat menjadi kebangkitan Jedi (Entah, apa difikiran Lucas/produser terhadap scavenger? Apakah mereka sama dulunya seperti kami? Pencari koin-koin dan cincin di got? Jika tidak, terima kasih atas simpatinya).

Ya kisanak, saya sudahi.Saya pensiun. Sesungguhnya rupa-rupa pesawat mainan ini telah diwariskan kepada Yang Mulia pangeran&permaisuri hamba, dimana sosok jelma mainan hamba yang rare&lively.


Selasa, 15 Desember 2015

BU TANI KENDENG & SEDULURSIKEP

belajar dari "kemurnian madu" seperti puisi chairil.



15Desember2015. Lokakarya Karst, Bidakara, Jakarta.

Menyerahkan karya saya 'Bu Tani Kendeng' yang diselesaikan bertepatan ke 100 hari-pada 23 september 2014 lalu- atas simpati perjuangan mereka dalam gerakan tolak semen.
Saya bersyukur bisa bertemu dan mengabadikan kenangan bersama orang-orang teguh dan sahaja  yang saya kagumi ini. Mas Gunretno dan adiknya Gunarti, keduanya petani, adalah tokoh penting kaum muda dalam masyarakat Samin, di desa sukolilo Pati. Dan, tentu saja Ibu Sukinah, Mas Pri, wakil desa Kendeng Utara, Petani Rembang yang berjuang dalam tenda perjuangan tanpa kenal lelah.
Mas gun berkata pada saya:" kami berupaya perjuangan dengan biaya sendiri". Tentunya keluhuran ini bawa banyak keikhlasan simpati. Seperti partisipasi lokakarya karst ini diminta Walhi pusat untuk buka stand dadakan informasi masyarakat Kendeng  "ini dadakan, mas" kata mas Gun dengan aura cahayanya yang saya serap (seperti saya kerap lihat pada sufi-sufi dan pujangga nurani tinggi, tapi sudah teramat lama terkubur). Sejatinya mereka ke Jakarta untuk audiensi ke KPK,KLHK dan staf Presiden/Sekneg.
Lalu, saya berkenalan dengan mbak Gunarti, perempuan bersikapkukuh dengan pendar kecerdasan alamiahnya. Juga mbak Sukinah (satu lagi Murtini sepertinya)  patron perjuangan teguh-kukuh ibu petani tersebut. Mereka keelokan alami deratempaan kalbu dari samudera kehidupan.
Saya membaca dan langsung tanpa henti mengumpulkan kliping dari koran sejak awal peristiwa pada 16 juni 548 hari lalu. Enersi itu menjadi panganan lukisan sahaja ini jua.

petikan wawancara Kompas dengan Gunretno,agustus 2014: ."..Komunitas Sedulur Sikep sangat menghormati kehidupan. Mereka menghormati Bumi seperti ibu. Bumi adalah Ibu Pertiwi yang melahirkan hidup dan memberi kecukupan sepanjang masa. Menghormati dan merawat keseimbangan alam dengan demunung— artinya tidak serakah—adalah kunci selamat menjalani hidup.Kalau tidak, alam akan menata keseimbangannya sendiri. Menata keseimbangan berarti genepe alam (genapnya pranata alam), melalui berbagai bentuk bencana. Manusia adalah bagian dari alam. Makanya harus dandan-dandan (memperbaiki sikap), supaya jangan ada korban dan dampak lebih besar dari proses itu.”

lukisan di atas bekas sak semen SI.

Rabu, 09 Desember 2015

KESAKSIAN MASTODON

'Kesaksian Mastodon'/ dipetik dari puisi rendra/ 9desember 2015
...gambar ini dibuat saat peristiwa 'papa minta saham'. 
Elit politik tanpa henti, terus serakah dan tanpa malu mempertontonkan depan publik sumur kedangkalan justru di zaman surveillance dan audio terbuka sejernih stereosound. Gambar ini buat merekam momen kelam ini. 
Sehakikinya, sistem ini hamba sadari. berkelindan. Sejak sanjak pujangga itu dibacakan jauhsilam... 



Kesaksian Tentang Mastodon-Mastodon
oleh Rendra.1973.

Pembangunan telah dilangsungkan
Di tanah dan di air sedang berlangsung perkembangan.
Aku memberi kesaksian
bahawa di sini
langit kelabu hambar dari ufuk ke ufuk.
Rembulan muncul pucat
seperti isteri birokrat yang luntur tatariasnya.
Sungai mengandung pengkhianatan
dan samudera diperkosa.
Sumpah serapah keluar dari mulut sopir teksi.
Keluh kesah menjadi handuk bagi buruh dan kuli.


Bila rakyat bicara memang bising dan repot.
Tetapi bila rakyat bisu itu kuburan.
Lalu apa gunanya membina ketenangan kuburan,
bila ketenangan hanya bererti kesesakan peredaran darah?


Aku memberi kesaksian
bahawa negara ini adalah negara pejabat dan pegawai.
Kebudayaan priyai tempoh dulu
diberi tambal sulam
dengan gombal-gombal khayalan baru.
Bagaikan para pengeran di zaman pra ilmiah
para pengeran baru bersekutu dengan cukong asing,
memonopoli alat berproduksi dan kekuatan distribusi.
Para pedagang peribumi hanya bisa menjual jasa
atau menjadi tukang kelentong.
Boleh menjadi kaya tetapi hanya mengambang kedudukannya.


Tirani dan pemusatan
adalah naluri dari kebudayaan pejabat dan pegawai.
Bagaikan gajah para pejabat
menguasai semua rumput dan daun-daunan.
Kekukuhan dibina
tetapi mobiliti masyarakat dikorbankan.
Hidup menjadi lesu dan sesak.
Ketenangan dijaga
tetapi rakyat tegang dan terkekang.
Hidup menjadi muram, tanpa pilihan.


Aku memberi kesaksian
bahawa di dalam peradaban pejabat dan pegawai
falsafah mati
dan penghayatan kenyataan dikekang
diganti dengan bimbingan dan pedoman rasmi.
Kepatuhan diutamakan,
kesangsian dianggap derhaka
dan pertanyaan dianggap pembangkangan.
Pembodohan bangsa akan terjadi
kerana nalar dicurigai dan diawasi.


Aku memberi kesaksian, bahawa:
Gajah-gajah telah menulis hukum dengan tinta yang munafik.
Mereka mengangkang dengan angker dan perkasa
tanpa bisa diperiksa,
tanpa bisa dituntut,
tanpa bisa diadili secara terbuka.


Aku bertanya:
Apakah ini gambaran kesejahteraan
dari bangsa yang mulia?


Aku memberi kesaksian
bahawa gajah-gajah bisa menjelma menjadi mastodon-mastodon.
Mereka menjadi setinggi menara dan sebesar berhala.
Mastodon-mastodon yang masuk ke laut dan menghabiskan semua ikan.
Mastodon yang melahap simen dan kayu lapis.
Melahap tiang-tiang listrik dan filem-filem import.
Melahap minyak kasar, cengkih, kopi, dan bawang putih.
Mastodon-mastodon ini akan selalu mebengkak
selalu lapar
selalu merasa terancam
selalu menunjukkan wajah yang angker
dan menghentak-hentakkan kaki ke bumi.


Maka mastodon yang satu
akan melutut kepada mastodon-mastodon yang lain.
Matahari menyala bagaikan berdendam.
Bumi kering.
Alam protes dengan kemarau yang panjang.
Mastodon-mastodon pun lapar
dan mereka akan saling mencurigai.
Lalu mastodon-mastodon akan menyerbu kota.
Mereka akan menghabiskan semua beras dan jagung.
Mereka akan makan anak-anak kecil.
Mereka akan makan gedung dan jambatan.


Toko-toko, pasar-pasar, sekolah-sekolah
masjid-masjid, gereja-gereja
semuanya akan hancur
Dan mastodon-mastodon masih tetap merasa lapar
selalu was-was.
Tak bisa tidur.
Yang satu mengawasi yang lain.


Aku memberi kesaksian
seandainya kiamat terjadi di negeri ini
maka itu akan terjadi tidak dengan petanda bangkitnya kaum pengemis
atau munculnya bencana alam
tetapi akan terjadi dengan petanda
saling bertempurnya mastodon-mastodon.